Gejala Tipes
Sebenarnya gejala ataupun sakit tipes ini dapat dideteksi setelah kita demam selama tiga hari yaitu melalui uji laboratorium, tes laboratorium untuk menditeksi kita terkena bakteri salmonella yaitu : cek darah lengkap dan cek widal tetapi seiring kemajuan disegi kesehatan ada tes laboratorium yang memang khusus mengetahui apakah kita terkena bakteri sallomenia atau tidak yaitu dengan melalukan cek IGM Salmonella.
Demam gejala atau sakit tipes ini berbeda dengan demam diakibatkan virus. tipes disebabkan oleh bakteri yang bernama salmonella dimana bakteri ini awalnya menyerang organ pencernaan di usus halus kita.
Ciri umum orang terkena gejala tipes :
1.Diare
2.Keram perut, dan
3.Demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Bakteri
Salmonella.
Demam ini lain dengan demam biasa, demam yang disebabkan oleh bakteri salmonella hanya datang pada waktu sore dan malam hari diwaktu pagi hari demam akan turun dan kita merasa sehat tetapi mulai sore dan malam hari demam akan naik kembali.
Saya akan menceritakan pengalaman diri saya sendiri.
Pada tanggal 19 Mei 2015 lalu sekitar jam 13.00 wib saya mengalami kepala pusing, badan terasa pegal pegal dibagian bahu kiri dan disaat berdiri terasa goyang seperti orang mabuk laut begitu yang saya rasakan dan saya pun membeli obat di apotek.
Sepulang dari kantor tepat pada pukul 18.00 wib baru saya merasakan badan saya terasa hangat, saya segera mengambil termometer yang ada dirumah, suhu badan saya pada saat itu menunjukkan angka 37,5 c ternyata saya demam tetapi demam yang ini lain demam yang biasa saya alami, waktupun terus berjalan jam menunjukkan pukul 20.00 wib dan sayapun mengukur ulang suhu tubuh saya anggka menunjukkan suhu saya naik menjadi 38,9 c.
Pada tanggal 20 Mei 2015 pukul 08.00 wib demam saya turun sepertinya saya sudah sembuh dan melakukan aktivitas seperti biasa, berselang waktu haripun menjelang sore dan waktu menunjukkan pukul 16.00 wib saya merasa badan saya lemas dan suhu ditubuh saya mulai terasa hangat kemudian saya pun megukur suhu badan saya pada saat itu suhu badan saya 37,5 c berselang waktu sekitar jam 19.00 wib suhu badan saya naik menjadi 38,5 c saya pun tidak menunda waktu untuk segera pergi kedokter, dari hasil diagnosa dokter ciri demam saya ini seperti gejala DBD dan Tipes dan dokterpun menyuruh saya untuk mengambil darah di laboratorium.
Pada tanggal 21 Mei 2015 pukul 08.00 wib saya pergi untuk mengambil darah dilaboratorium dokter menyarankan saya untuk tes darah lengkap dan tes widal, pada malam harinya saya melihatkan hasil cek laboratorium disana menunjukkan cek darah saya normal dengan TROMBOSIT diatas 250.000.
tetapi hasil cek WIDAL saya mengalami peningkatan diatas standar yang telah ditentukan dengan nilai Paratyphi A antingen O : 1/320 dan Parathypi C antingen O : 1/320 dan dokterpun mendignosa saya TIPES dan saya diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol 650 mg dan antibiotik untuk tipes say, yang paling mengejutkan saya dokter menyuruh saya untuk jangan mengisolasi diri dia memberitau bahwa tipes itu menular apalagi saat ini saya memiliki istri dan anak yang baru berusia 3 bln, saya pun tidak mengira efek dari tipes sangat menyiksa sekali hingga harus mengisolasi diri, piring, sendok dan lain2 tidak boleh dipake oleh keluarga terus cara mencucinya harus dikasi bayclen dulu setelah itu direndam oleh air panas..batin saya miris dan saya terus mencari info tentang penyakit ini di internet.
Dua minggu saya tidak sekamar dan tidak menyentuh anak saya, padahal dia lagi lucu2nya..sembari saya terus mencari tau tentang sakit tipes ini, memang sebagian dari yang saya baca harus mengisolasi diri dulu tetapi saya tidak menemukan bukti kongkrit dan ilmiah.
Ada beberapa artikel mencantumkan ciri ciri tipes demam dan walaupun minum obat dokter tidak turun turun panasnya sampe lebih dari seminggu dan saya hanya demam 2 hari saja setelah itu tidak demam lagi cuman badan saya masih terasa seperti org yang sedang mabuk laut,itu yang membuat saya menjadi ragu terhadap diagnosa dokter ternyata naiknya nilai widal blom tentu kita positif terkena tipes ada juga bisa disebabkan virus,nah ini yang pembaca harus hati2 dari diagnosa dokter kemudian karna ragu dengan diagnosa dokter itu hari keempat tanggal 22 Mei 2015 saya kembali melakukan cek darah pihak labor menyarankan saya melakukan cek Salmonella karena cek itu memang akurat untuk menentukan kita terkena gejala tipes atau memeang positif tipes, dan betul saja hasil pengecekan saya menunjukkan saya terkena gejala tipes bukan positif tipes tetapi ya sama saja gejala ataupun sudah positif tipes harus mengonsumsi obat tipes.
Satulagi yang harus pembaca ketahui dari artikel- artikel yang saya baca penyakit tipes dapat menular melalui air seni, kotoran BAB yang telah dihinggapi lalat dan lalat tersebut hinggap kemakanan atau minuman hanya itu saja jadi saya sempat berdebat juga dengan dokter yang memeriksa saya karena alasan yang di berikannya tidak masuk akal sehingga harus mengisolasi diri kita.
Dan allhamdulillah setelah 2 minggu saya sudah sembuh dan dapat beraktivitas kembali..ini hanya segelintir pengalaman nyata yang saya alami, ya bagi bagi info untuk kebaikan ya gpp hitung-hitung membantu memberikan informasi saja kepada teman-teman yang saat ini sedang mengalami sakit tipes..
Kesimpulannya : Jagalah kesehatan, Cuci tangan teman2 yang bersih, dan jangan jajan sembarangan dipinggir jalan seperti Bakso Bakar dll, terkadang kita ga tau bersih apa tidak orang yang membuatnya, Kuku tangan tidak boleh hitam harus dipotong terus, untuk menghindari tetap cuci tangan sebelum makan dan setelah pulang kerja.